Kompetensi Pelaksana Kurikulum

Implementasi KTSP menuntut semua orang yang terlibat di dalamnya baik di pusat maupun di daerah, khususnya guru dan kepala sekolah sebagai ujung tombak pembelajaran.

Guru merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam perubahan kurikulum dan implementasinya dalam pembelajaran. Sebaik apapun sebuah kurikulum dirancang jika tidak ditunjang oleh pemahaman dan kompetensi guru maka dalam implementasinya di sekolah akan menemukan kegagalan. Untuk menyukseskan implementasi KTSP perlu ditunjang oleh guru yang berkualitas, yang mampu menganalisis, menafsirkan dan mengaktualisasikan pesan-pesan kurikulum ke dalam pribadi peserta didik.

Kepala sekolah sebagai pendidik, manajer administrasi, penyelia, pemimpin, dan pemberi semangat bagi para guru dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah sehingga mereka mampu membangun tim yang kompak dan transparan dalam upaya memajukan sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh guru dan kepala sekolah sebagai pelaksana kurikulum di sekolah sebagai bentuk kemandirian mereka. Dari pendapat Mulyasa (2008:47-50) dapat disimpulkan hal-hal tersebut meliputi; pemahaman mengenai struktur KTSP, kemampuan melakukan analisis SWOT, menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, mengembangkan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Dalam hal itu, implementasi KTPS dalam pembelajaran menuntut guru dan kepala sekolah untuk memperhatikan tiga komponen utama sebagai berikut:

a.    Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang tertuang dalam PP 19 tahun 2005 beserta penjabarannya yang tleah ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas)

b.    Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan harus merumuskan secara jelas program pembelajaran, proses pembelajaran serta mekanisme dan kriteria penilaian

c.    RPP perlu dikembangkan secara matang untuk menentukan bahwa kegiatan pembelajaran sudah siap dilaksanakan (Mulyasa, 2008:8)

Kompetensi pelaksana kurikulum menjadi hal kunci dalam upaya mensukseskan pencapaian tujuan kurikulum. Dari semua informasi yang dipaparkan sebelumnya, dapat dimaknai bahwa kompetensi pelaksana kurikulum akan menjadi titik utama dalam mengukur sejauhmana KTSP baik dalam Dokumen I maupun Dokumen II dapat mengarahkan proses bisnis di sekolah ke arah tujuan yang dicita-citakan.

Para guru dengan kemampuan dan dedikasi yang dimiliki selama ini menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran di tuntut untuk mengembangkan kemampuannya lebih jauh lagi dari sekedar memamhami   3 (tiga) tugas pokok dan fungsinya ke arah yang lebih jauh dalam memahami bagaimana menterjemahkan SNP dan Permendiknas ke dalam Dokumen I dan II dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran sehari-hari di sekolah. Hal ini akan memberikan panduan yang lebih jelas kepada guru dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakannya yang pada akhirnya mengarahkan kepada pencapaian tujuan kurikulum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s