Berjaya di Negeri Orang

Sumber: Website Kickandy

Jumat, 14 Januari 2011 21:30:00 WIB
BERJAYA DI NEGERI ORANG

Banyak orang malu dan tidak bangga menjadi bangsa Indonesia. Kondisi perekonomian dan tingkah laku elit dan politisi yang sering ribut tanpa solusi kadang membuat orang minder mengaku sebagai rakyat Indonesia. Namun, ada secercah harapan bahwa ternyata ada rasa kebanggaan jika kita melihat para ilmuwan Indonesia yang berkiprah di luar negeri.

Dr Johny Setiawan misalnya. Pria yang masih berusia 36 tahun itu, kiprahnya di Jerman sebagai ahli Astrofisika sering mendapatkan apresiasi dari para ilmuwan setempat. Johny Setiawan adalah orang yang menemukan planet baru di tata surya baru-baru ini. Dan yang lebih menimbulkan decak kagum ternyata, planet yang ditemukan Johny ternyata bukan satu planet, tetapi 10 planet baru. Johny Setiawan yang merupakan lulusan doktor termuda di Albert-Ludwigs Universitas, Greiburg, Jerman itu kini adalah satu-satunya ilmuwan non Jerman yang menjadi Ketua Tim Proyek Max Planck Institute for Astronmy, Jerman.

Ilmuwan lain yang berjaya di luar negeri lainnya adalah Juliana Sutanto PhD. Wanita asal Manado, Sulawesi Utara ini adalah satu-satunya profesor Indonesia, yang ketika berusia 28 tahun sudah meraih posisi sebagai Asisten Pofesor di salah satu universitas ETH di Zurich, Swiss. “Padahal saya dulu tidak diterima di universitas di dalam negeri. Lalu atas saran keluarga, saya kemudian melanjutkan kuliah di salah satu universitas Singapura,” kata Yuliana yang ahli di bidang manajemen informatika mengenang. Sudah banyak penghargaan yang diraih Juliana ini. Selain itu juga beberapa penelitian juga sudah ia patenkan.

Jika Juliana Sutanto berkiprah di Swiss, lain halnya dengan Dr Merlyna Lim. Wanita energik asal Bandung itu sudah puluhan tahun mengajar di Universitas Arizona, Amerika Serikat. Seperti halnya Juliana, Dr Merlyna juga telah melakukan penelitian dan riset terutama di bidang media publik. Dr Merlyna adalah lulusan cum laude dari Universitas of Twente di Enschede, Belanda. Selain sebagai profesor di Universitas Arizona, Amerika Serikat, Merlyna juga sering mengajar di sejumlah universitas di berbagai negara terutama di Amerika dan Eropa.

Putra Indonesia yang banyak mendapat simpati para ilmuwan dunia lainnya adalah Dr Khoirul Anwar. Pria asal Kediri, Jawa Timur itu baru-baru ini telah menciptakan sistem telekomunikasi berbasis 4 G alias generasi ke empat. Artinya, ciptaan pemuda desa, yang berusia 32 tahun itu telah menyempurnakan sistem komunikasi yang kita kenal saat ini yaitu 3 G alias generasi ketiga. “Jadi, dengan sistem komunikasi 4 G ini hambatan yang ada di 3 G bisa disempurnakan di 4 G, kata Dr Khoirul menjelaskan. Tentu saja penemuan atau karya Dr Khoirul itu telah dipatenkan di Jepang.

Selain nama-nama di atas, ada beberapa ilmuwan lain yang berkiprah di luar negeri yang banyak mendapat apresiasi. Dr Mulyoto Pangestu yang saat ini menjadi staf pengajar di Monash University, Australia adalah penemu sistem pengawet sperma binatang. Dengan penemuan itu sistem penyimpanan sperma jadi lebih murah dan efisien. Sementara Prof Dr Ir Irwandi Jaswir M.Sc, baru-baru ini mendapat medali emas pada ajang Reka Cipta dan Inovasi yang sangat bergengsi di dunia yang di gelar di Genewa, Swiss baru-baru ini.

Pertanyaan klasik yang selalu mengganjal adalah, mengapa mereka berkiprah di luar negeri? Apakah mereka tidak nasionalis? Untuk mengetahui jawaban itu, tentu saja Anda harus menyimak Kick Andy selengkapnya. ( end)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s