Permendikbud 2016 mengenai Kurikulum (hati-hati dalam mengintrepretasikannya.. baca tuntas terlebih dahulu)

Assalamualaikum, Selamat Malam.

Rekan-rekan yang membutuhkan untuk mengundu Permendikbud terbaru mengenai kurikulum yang merupakan produk hukum Tahun 2016 dari Kemdikbud, silahkan kunjungi laman :

http://jdih.kemdikbud.go.id/new/public/produkhukum

terkhusus Permendikbud 20, 21, 22, 23 dan 24 Tahun 2016

Mari kita unduh dan baca secara tuntas….. Sebaiknya tidak membuat intrepretasi sendiri sebelum membacanya secara tuntas baik Salinan keputusannya maupun lampirannya.

Selamat ber iqra’

Ketentuan mengenai Jumlah Wakasek

Selain sebagai  kepala sekolah, tugas tambahan juga diberikan kepada guru yang bertugas sebagai wakil kepala satuan pendidikan. Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala satuan pendidikan memiliki beban  mengajar paling sedikit  12  (dua  belas)  jam  tatap  muka  per  minggu  atau  membimbing  80  (delapan puluh)  peserta  didik  bagi  wakil  kepala  satuan  pendidikan  yang  berasal  dari  guru bimbingan dan konseling/konselor.

Adapun Ketentuan Jumlah Wakil Kepala Sekolah Berdasarkan Jumlah Rombongan Belajar Yang Diakui Pemerintah adalah sebagai berikut.

1) Untuk jumlah wakil kepala satuan pendidikan jenjang SMP adalah.

  1. 1-9 rombel = 1 (satu) orang wakil kepala satuan pendidikan.
  2. 10-18 rombel = 2 (dua) orang wakil kepala satuan pendidikan.

iii. ≥18 rombel = 3 (tiga) orang wakil kepala satuan pendidikan.

2) untuk jumlah wakil kepala satuan pendidikan jenjang SMA/SMK adalah

  1. 1-9 rombel = 1 (satu) orang wakil kepala satuan pendidikan.
  2. 10-18 rombel = 2 (dua) orang wakil kepala satuan pendidikan.

iii. 19-27 rombel = 3 (tiga) orang wakil kepala satuan pendidikan.

  1. ≥27 rombel = 4 (empat) orang wakil kepala satuan pendidikan.

Adapun ketentuan jumlah siswa perrombel minimal 20 orang, kecuali bagi sekolah yang memiliki satu rombel (rombongan belajar).

Sumber:: Juknis Penyaluran Sertifikasi Guru 2015

Team Teaching … boleh nggak ya?

team teaching       no       team teaching1

image: http://www.google.co.id

Suatu pagi, telepon saya berdering, setelah saya angkat, terdengar suara yang saya sangat kenal: Assalamualaikum, tope bagaimana kabar?. Saya dengan segera menjawab waalaikumsalam fren, bagaimana kabarnya?”. Percakapan selanjutnya terjadi, rekan saya menyampaikan tantangan yang terjadi sehubungan dengan penerapan ketentuan sertifikasi yang mengharuskan mengampu 24 jam pembelajaran tatap muka. Rekan saya menanyakan apakah TEAM TEACHING masih di IJIN kan untuk diterapkan?”. Saya lalu menyampaikan bahwa  sesuai dengan ketentuan :

permendiknas-no-30-tahun-2011

yang merupakan penegasan dari

Permendiknas-No.-39-tahun-2009

dalam Pasal 5 disebutkan mengenai batas akhir TEAM TEACHING dapat dipergunakan. Berdasarkan hal tersebut, maka TEAM TEACHING tidak dapat lagi diterapkan. Suara tema saya terdengar kecewa, namun dengan segera dia mengatakan baiklah saya akan sampaikan kepada teman-teman di sekolah.

(Pertanyaan serupa seringpula saya dapatkan saat berdiskusi dengan teman dalam forum pelatihan, diskusi dan juga dari surel serta group di sosial media)

Demikian sekilas diskusi singkat saya dengan teman mengenai TEAM TEACHING… semoga dapat mencerahkan. Terima kasih